Senin, 31 Agustus 2015

BERHARAP

Hai-hai lama tak jumpa kawan, maaf jika aku meninggalkan kalian terlalu lama...
Well sudah sangat rindu dengan blog yang satu ini, ya mau gimana lagi semua rahasia aku tulis di blog ini.... 
Segala sedih dan senangku.. haha

Sebanarnya tidak terlalu jelas apa yang akan aku tulis malam ini..... rasanya benar-benar hampa, tidak seperti malam-malam sebelumnya, kali ini aku bingung ingin bercerita apa pada kalian....

Hemmm hari-hariku saat ini lebih berwarna dari sebelumnya, lebih sedih juga lebih senang....
Rasanya aneh kan? bagaimana mungkin aku mendapat kebahagiaan dan kesedihan sekaligus...
Sebenarnya mungkin aku sedih, sangat sedih malah, hanya saja aku bahagia ketika menyadari bahwa apa yang terjadi padaku saat ini adalah pertanda Tuhan sayang padaku...

Aku tak berharap semua ini cepat selesai tanpa dapat aku nikmati jalan sulitnya,
Aku tak berharap semua ini cepat menghilang tanpa dapat aku sadari kepergiannya,
Aku tak berharap semua ini cepat tenggelam tanpa dapat aku ketahui kedalamannya,
Aku tak berharap semua ini cepat mencapai finish tanpa dapat aku rasakan diriku berlari untuk menggapai garis finish itu...

Mungkin yang aku harapkan hanya satu... Aku dapat melalui semua ini lalu sampai pada titik berhenti itu....

Jumat, 19 Juni 2015

Have A New Word

hai hai.. lama tak jumpa... akhirnya selesai juga aku nyapu2 ni blog yang udah lama gak aku sentuh hehe

Masih seperti biasa aku akan menanyakan kabar kalian para pembaca setia (klo ada hehe) semoga kalian baik-baik saja sebaik keadaanku saat ini....

yuppp lama tak menulis di blog ini mungkin karena aku mulai nyaman dengan keadaanku sekarang..
kehidupan yang aku jalani di kampus mulai membuatku merasa ini adalah hidup yang terbaik untukku....

seperti yang kalian tahu bahwa di kampus aku menjalani pertemanan dengan 10 orang yang pernah aku sebetukan sebelumnya.. Sebenarnya selain dengan 10 orang itu aku aku juga menjalani pertemanan yang lain...

Pertemanan dengan teman-teman divisiku aria, tio, atika, dan ahmad.... mereka adalah orang-orang yang menemani hari-hariku ketika aku tidak bersama 10 temanku... Cukup bangga sebenarnya memiliki teman-teman seperti mereka... Karena ketika aku mulai lelah dengan tanggung jawab yang harus aku jalani, bersama merekalah aku menyelesaikan masalah...


Ada lagi pertemanan yang penuh kelucuan yang aku jalani dengan anu, marafi, dan topik,... jika kalian merasa tak mampu mendapat kebahagian dengan mudah, bagiku bersama orang-orang yang lucu inilah aku mendapat kebahagian dengan mudah...


Wah...rasanya sangat benar jika aku mendapat dunia baru... Masalah sih pasti ada.... tapi semua masalah itulah yang membuat pertemanan yang jalani menjadi lebih berarti....
Dunia baru yang aku jalani saat ini memang lebih rumit dari dunia sebelumnya, tapi setidaknya aku merasa memang dunia seperti inilah yang aku butuhkan....


nb : makasih  buat atika dan marafi :) udah mau jadi sahabat baru evi....

Kamis, 02 April 2015

SIRAH NABAWI

hai semua :) Asalammualiakum wr wb...

buat yang heran kenapa pembukaanku pakai salam, yang biasanya aku cuma menyapa biasa, nih aku bakal jelasin alasannya :

1. Sebagai penegasan bahwa aku orang islam
2. Sekali kali jadi cewek alim lah nyapa pakai salam hehe
3. Tema tulisan hari ini sedikit berkaitan dengan keislaman gitu

ok langsung aja ya, di kampus tempat aku belajar ada semacam kegiatan rutin yang berkaitan dengan islam yaitu tuotrial PAI...
Kegiatan ini merupakan sarana buat kita bisa diskusi tentang islam gitu, jadi kalau ada hal-hal yang gak kita tahu, kita bisa nanya di diskusi ini.....

nah kemarin seperti biasa aku melaksanakan tutorial PAI... di pertemuan kemarin aku mendapat tugas untuk mengisi blog ini dengan tulisan  bertemakan sirah nabawi...


Well sebenarnya aku gak terlalu tau atau dong sama yang namanya sirah nabawi.. jadi sebelum nulis aku cari-cari dulu di gogle sirah nabawi itu apa...

Yang aku temukan adalah, sirah berarti perjalanan hidup seseorang, nabawi ya Nabi.... jadi secara garis besar sirah nabawi adalah sejarah kehidupan Nabi...
nah karena aku juga gak terlalu tau tentang sejarah Nabi, atau cerita-cerita Nabi yang menginspirasiku...
aku sempatkan bertanya pada mbk tutorku, semisal aku nulis tentang seseorang atau kejadian yang menginspirasi hidupku  tapi bukan Nabi boleh tidak ? Alhamdulilah mbk tutorku mengijinkan...


jadi di sini aku bakal cerita tentang seseorang yang menginspirasi segala hal yang ada di hidupku...
Dia adalah ibuku sendiri...

Seperti yang sudah kalian tahu, bahwa aku hidup dari umur tiga tahun hanya dengan ibuku.. ayahku meninggal pada saat umurku 3 tahun.... kami pindah dari tempat lahirku di Kalimantan ke jogja untuk mencari kehidupan yang lebih baik...

Ibuku bukannya tipe yang sering mengucapkan kata sayang, dia adalah orang yang tegas dan protektif.. sejak dulu kami hidup dengan segala keterbatasan, terutama biaya... tapi dengan keterbatasan itu aku menjadi anak yang kuat,...

Ibu tak pernah memanjakanku, ketika dia bilang akan membelikan sesuatu yang aku inginkan dia tidak akan benar-benar membelikannya... ketika aku sudah besar dan punya uang snediri maka aku harus memebeli barang itu sendiri,,,

segala prinsip yang ada di keluarga kecilku adalah berkaitan dengan peraturn, taat dan jangan membantah, hal itu membuatku jadi orang yang disiplin dan paling tidak bisa menudnda segala tugas...

bagiku, ibuku lebih dari seorang yang menginspirasi.. DIA SEGALANYA, dan akan selalu jadi yang terpenting...


untuk mbk tutor tercinta, maaf kalau  tulisan ini tidak sesuai dengan apa yang seharusnya hehe

Sabtu, 07 Februari 2015

ANTARA IKHLASKAN SAJA DAN JALANI SAJA

Selamat malam semua, wah rasanya cukup gugup ketika aku harus memulai tulisan ini....

Aku rasa ini akan menjadi tulisan yang mampu membuat kalian yang membacanya merasa tersentuh.. haha seperti biasa gak usah spaneng ya baca tulisan dariku....

Ceritaku tentang manusia bayangan memang tidak pernah habis, yah walaupun itu hanya cerita sepihak tetapi tetap saja aku merasa bahwa aku memiliki ribuan cerita tentangnya...

Tentang perasaan yang pernah aku ungkap padanya dan tak mendapat jawaban yang pasti justru membuatku semakin ingin mengetahui apa yang ia inginkan sebenarnya...

Pernah aku bertanya mengapa ia tak mau membahas hal itu, tentang perasaanku itu... jawaban yang cukup sederhana muncul dari mulutnya "ya gak mau"... ketika aku bertanya mengapa, ia menjawab sederhana kembali "ya gak mau aja"... Akhir dari percakapan singkat itu adalah sebuah kalimat sederhana pula yaitu "biarkan waktu yang menjawab..."

Sebenarnya bila aku ingat-ingat kembali percakapanku dengan manusia bayangan memang selalu berujung kalimat-kalimat sederhana, bukan kalimat malah, terkadang akhir dari percakapan kami adalah hanya sebuah kata sederhana seperti "hemm" , "ya" , "maaf", dll.

Setidaknya percakapan kami memang memiliki ending, walau ending itu justru membuatku semakin sakit...
Hal yang sebenarnya cukup mengusik pikiranku adalah cara manusia bayangan menyelesaikan percakapan denganku sangat berbeda ketika ia menyelesaikan percakapan dengan temanku yang notabene pernah atau bahkan masih disukainya...

Temanku itu selalu terbuka bila denganku, walau memang tak sepenuhnya terbuka (kembali ke privasi bahwa tiap orang berhak punya rahasia) haha berdasarkan ceritanya, si manusia menutup percakapan dengan "jalani saja, kita tak tau kedepannya"....

Kalimat "jalani saja" dan "biarkan waktu yang menjawab"... well sebenarnya itu adalah sama-sama kalimat yang menggantung... hanya saja aku rasa kalimat "jalani saja" lebih memiliki harapan dibanding kalimat "biarkan waktu yang menjawab".... 

Dari perbedaan ini kemudian aku sering menyindir si manusia bayangan dengan kalimat "jalani saja"...
Responnya ? datar, biasa saja, tapi tetap terlihat heran... di sela-sela aku menyindir biasanya aku akan mengatakan "mungkin seharusnya kau bilang ikhlaskan saja dan bukan biarkan waktu yang menjawab"...

kalimat "ikhlaskan saja" aku rasa lebih baik untuk menggambarkan sikapaku seharusnya...

Ikhlas adalah sesuatu hal yang aku lakukan saat ini...
Ikhlas adalah caraku membiarkan manusia bayangan bahagia tanpa diriku...
Ikhlas adalah caraku agar temanku bisa tersenyum lepas lagi seperti dulu...
Ikhlas adalah sikap terakhir yang bisa aku lakukan saat ini...


Permasalahan yang aku hadapi dengan manusia bayangan memang tak pernah dimulai maupun diakhiri, cerita tentangku dan dia hanya seperti cerita abstrak yang sulit dimengerti...

Seperti halnya ketika banyak yang bertanya padaku "apa alasanmu menyukainya?" aku tak pernah bisa menjawab itu.. 
Pertanyaan lain adalah "mengapa kau bisa menyukai laki-laki seperti itu?"...

Hah aku tak pernah tau jawaban dari dua pertanyaan di atas, yang aku tahu aku menyukai manusia bayangan, aku jatuh cinta padanya, tapi cintaku itu bertepuk sebelah tangan...
Aku pernah berusaha melupakannya tetapi tak ada hasilnya.. yang terjadi justru aku semakin jatuh cinta padanya...
Aku tak pernah berharap bisa memilikinya dengan keadaan dia tak bahagia, justru yang aku inginkan dia bahagia walau tanpa diriku....

jadi yang aku lakukan sekarang adalah ikhlas :)

Senin, 02 Februari 2015

BERWARNA

hai :)
gimana kabar kalian semua malam ini? well semoga semua baik... akupun rasanya tak terlalu buruk...

Malam ini aku ingin menceritakan pada kalian betapa hidupku sangat berwarna,...
aku memliki banyak sahabat dengan latar belakang dan sifat yang berbeda-beda... semua itu serasa membuat hidupku terasa lengkap...

Aku mungkin merasa sedih dengan keadaan salah satu sahabatku, ia memiliki penyakit yang cukup parah... tapi aku juga senang karena aku bisa berguna untuknya... aku bisa menjadi orang yang dipercaya olehnya..

Aku juga merasa sangat bangga ketika sahabat-sahabatku menganggap aku adalah orang yang baik, well akupun masih ragu jika mereka bilang aku orang yang baik..

hidup itu memang selalu berwarna, bahkan tak hanya satu warna namun banyak warna..
hidup bukan hanya tentang kebahagiaan, tapi hidup juga tentang kesedihan...
hidup bukan hanya tentang kenyamanan, tapi hidup juga tentang penuh masalah...

ketika kita bisa menghargai hidup kita, ikhlas atas jalan yang diberikan Tuhan, maka saat itulah kita bisa menyadari keindahan hidup...

Satu hal yang ingin aku katakan saat ini bahwa "aku berterima kasih pada Allah karena telah memberikan banyak warna di hidupku, terima kasih banyak"

Sabtu, 17 Januari 2015

Bagaimana Sebenarnya Rasa Sakit Itu

hai semua :)...
aku rasa apa yang akan kuceritakan pada kalian malam ini akan menjadi salah satu cerita paling sedih dari diriku....
tapi aku berharap rasa sedih itu tak akan membuat kalian meneteskan air mata, karena tetap saja aku akan merasa tidak enak jika kalian harus menangis bersamaku....

Seperti yang sudah kalian ketahui di cerita sebelumnya, aku dan temanku menyukai orang yang sama...
Hanya saja temanku itu tak mau mengungkapkan langsung pada si manusia bayangan...
Kemarin  sehari sebelum tulisan ini dibuat akhirnya ia mau mengungkapkan perasaan itu...

Inti dari pembicaraan mereka adalah bahwa mereka merasa sama-sama nyaman, dan mereka belum tahu ke depannya akan seperti apa... Jujur aku tak pernah ingin tau isi dari pembicaraan mereka, tapi tetap saja rasa penasaran itu ada... aku berpikir setidaknya mereka membicarakan tentang diriku namun nyatanya tidak....

Saat ini seharusnya aku semakin sadar bahwa si manusia bayangan tak pernah memperhatikanku,
Saat ini seharusnya aku bisa melupakan dia, karena dia tak pernah mengingatku,
Saat ini seharusnya aku bisa berpikir jernih bahwa dia bukan untukku,

Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, perasaan itu semakin besar... perasaan sayang itu semakin ada, kini semua itu berujung penyesalan semata karena aku menyayangi orang yang tidak menyayangiku seperti aku sayang padanya...

Di sisi lain akupun harus menghargai temanku, iya biar bagaimanapun ia adalah temanku, tak peduli ia menyukai si manusia bayangan atau tidak dia tetap temanku,...
Aku tidak mungkin untuk menyalahkannya atas situasi ini, dan aku juga tak mungkin menyalahkan si manusia bayangan atas tindakannya..

Apa yang terjadi padaku saat ini adalah situasi yang membuatku sadar akan rasa sakit yang sebenarnya, rasa sakit tentang cinta, rasa sakit tentang kepedulian yang berujung kesedihan...
Aku mungkin masih memiliki rasa sayang itu pada si manusia bayangan, tetapi aku juga sadar rasa suka yang mendalam itu juga hal yang membuatku merasa sakit,....

Sebenarnya rasa sakit itu juga hal yang harus aku terima agar aku dapat menyadari sikapku seharusnya,
Aku tak mungkin untuk menyalahkan rasa sakit yang datang itu, dan saat ini yang harus aku lakukan adalah menikmati rasa sakit itu...

Minggu, 11 Januari 2015

Ketika Kita Mencintai Orang Yang Sama (Antara Aku dan Temanku)

hai-hai semua, wah rasanya kangen sekali buat nulis di sini....
Semenjak masuk ke dunia perkuliahan aku justru jarang curhat lagi di sini... 
Jadi seperti aku tidak ada masalah ya hahahahaha.....

Tapi salah jika kalian berpikir aku tidak memiliki masalah, aku jarang menulis lagi di sini mungkin karena akhirnya aku menemukan banyak sahabat di dunia perkuliahan yang mau mendengar segala keluh kesahku :)

Ok kita mulai aja ceritaku malam ini....
Cerita ini berkaitan dengan manusia bayangan yang pernah aku ceritakan pada kalian, ya manusia bayangan yang mampu merubah hidupku, seseorang yang membuatku terpesona setiap melihat senyumnya, seseorang yang mampu membuatku tertawa lebih lama dari siapapun... 

Manusia bayangan memang mampu memberikan warna baru di hidupku, namun tak semua warna itu adalah waran cerah.... Seperti yang sudah kita tahu bahwa terkadang cinta itu tak hanya membuat bahagia, namun terkadang cinta juga membuat kita merasa sakit....

Sang manusia bayangan sudah mengetahui tentang perasaanku padanya, namun dia tak pernah memberikan pernyataan untuk menerima atau menolak perasaanku, yang dia lakukan hanyalah bersikap biasa seperti tak terjadi apa-apa....

Tapi cerita yang akan aku ceritakan sekarang bukanlah tentangku dan manusia bayangan, akan ada tokoh lain yang masuk yaitu "temanku"....
Suatu hari aku pernah menanyakan pada manusia bayangan tentang sebuah permainan yang pernah dimainkan di kelas, ia harus menjawab pertanyaan yang cukup sulit yaitu "Jika perempuan di dunia ini tinggal perempuan yang ada di kelas ini, maka siapa yang akan kau pilih?"... Waktu itu ia tak sempat menjawab pertanyaan sekelas... Maka dari itu setiap ada kesempatan aku selalu bertanya padanya....

Sore itu ketika kita duduk berdua saja menunggu hujan, akhirnya dia menjawab siapa perempuan yang akan dipilihnya.... Orang itu adalah "temanku"... Hah waktu itu aku hanya tertawa sekeras-kerasnya, aku tertawa seolah yang ia katakan adalah hal yang sangat lucu... Well sebenarnya cukup lucu karena aku sempat menebak, dan tebakanku benar :).... bagaimana dengan perasaanku? silahkan tanyakan pada hati kalian sendiri tentang perasaanku :)

Selanjutnya malam hari di hari itu aku menemui "temanku", aku bertanya padanya apakah ia menyukai si manusia bayangan, ia menjawab tidak... Tetapi pada titik itulah aku sadar bahwa apa yang ia katakan tidaklah sepenuhnya jujur, aku bisa melihat itu dari tatapannya.... Aku tak berniat untuk memaksanya mengaku, maka dari itu aku putuskan untuk diam...

Hari-hari berlalu biasa setelah kejadian itu, seperti tak terjadi apa-apa.... Hanya ada beberapa hal yang berubah, perkumpulanku yang awalnya hanya tiga orang (evi,yani,yoko) mulai bertambah seiring berjalannya waktu..... Bertambahnya orang-orang yang menjadi teman dekatku juga dibarengi oleh hubunganku dengan "temanku" yang semakin dekat, iya kami semakin dekat....

Sejak kedekatanku dengan "temanku", aku pun mulai sadar, bahwa ada kebahagiaan di mata "temanku" itu... Sebuah kebahagiaan ketika ia dapat menghabiskan waktu bersama manusia bayangan.... Aku masih merasa yakin bahwa perasaan suka itu ada dan yang aku lakukan hanya menunggu "temanku" jujur padaku, jujur pada apa yang dia rasakan...

Setelah waktu berlalu lama, beberapa minggu lalu "temanku" akhirnya jujur bahwa memang ada rasa suka itu... Sedih? apakah aku sedih? Tidak sama sekali tidak.. aku tak sedih mendengar ia mengucapkan kata-kata itu.... yang aku sedihkan hanya dia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengatakan itu...

Aku tahu sebenarnya ia tak mau menyakitiku dengan kata-kata itu, tapi jujur mungkin aku akan lebih sakit ketika ia mengatakannya lebih lama lagi... Aku bersyukur kini tidak ada rasa mengganjal di diri "temanku"...
Intinya ternyata aku dan dia menyukai orang yang sama :)...

Aku mungkin merasa sakit, iya rasa sakit itu pasti ada, tapi aku tak pernah berpikir untuk menjadikan rasa sakit itu alasanku membenci "temanku".. ya aku tak bisa membencinya karena ia punya perasaan suka terhadap orang yang aku suka...

Tapi rasanya hubunganku dengan "temanku" ini menjadi rumit kembali, di satu sisi ia merasa bersalah padaku, dan satu sisi lagi aku merasa bersalah karena membuat ia merasa bersalah... dan yang paling parah adalah si manusia bayangan tak mengetahui sama sekali dengan masalah ini....

Aku berharap kerumitan ini segera berakhir, entah berakhir seperti apa, tetapi aku hanya berharap semua kembali normal :)